3 ISTILAH DALAM SINEMATOGRAFI
Salam Sineas ! Apa temen-temen disini masih ada yang bingung dengan istilah-istilah dalam dunia sinematografi? Yuk cung tangan dulu ... tenang temen-temen, disini kita bakal bahas 3 istilah dalam sinematografi. Check it out ...
1. Sinematografi
Kita bahas dari
yang paling umum dulu yaa… yang pertama yakni sinematografi. Pasti temen-temen
semua udah gak asing lagi nih sama kata sinematografi, art sinematografi, dari nama
UKM nya aja udah ada bau-bau kata sinematografi hehehe. Istilah sinematografi
ini merupakan kata serapan dari Cinematography yang berasal dari bahasa yunani
kuno yaitu kinema yang artinya gerakan, serta graphoo yang artinya menulis.
Jadi, sinematografi adalah tindakan yang dilakukan pada kamera dan film atau
biasa kita sebut merekam. Dan orang yang bertanggung jawab atas semua aspek
visualnya disebut sinematografer.
2. Exposure
Yang kedua
adalah exposure. Dalam teknik memotret, kamera itu sebenarnya merekam cahaya
melalui sensor, dan sensor inilah yang akan menghasilkan gambar nantinya. Exposure
atau yang biasa disebut pencahayaan ini merupakan pengertian dari jumlah cahaya
yang diterima sensor kamera. Semakin sedikit cahaya yang diterima maka
menghasilkan gambar yang gelap pula atau biasa disebut dengan under exposed. Namun
apabila cahaya yang diterima terlalu banyak atau berlebihan akan membuat gambar
terlalu terang atau disebut juga over exposed. Nah, agar gambar yang kita ambil
sesuai maka kita harus mengatur exposure ini menggunakan exposure triangle
diantaranya :
- Aperture
Aperture atau bukaan lensa, dalam kamera
aperture seperti bilah-bilah yang terbuka. Jika bukaan membesar otomatis akan
lebih terang, sedangkan jika bukaan lebih kecil otomatis akan lebih gelap.
Fungsi aperture ini adalah untuk kedalaman ruangan antara objek dengan background
seperti lebih blur atau lebih bokeh.
-
Shutter speed
Shutter speed merupakan jangka waktu
shutter kamera terbuka (cahaya yang masuk sensor). Semakin lama shutter terbuka
maka cahaya yang masuk pun banyak.
-
ISO
Sensitifitas cahaya yang akan diambil saat
memotret. Semakin tinggi iso maka semakin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk
mencapai brightness tertentu. Apa temen-temen disini pernah liat foto yang ada
titik-titiknya? Nah titik-titik ini
disebabkan oleh isonya, semakin tinggi iso nya maka titik-titiknya akan semakin
banyak.
3. Frame rate /
FPS (Frame Rate Persecond)
Dan yang
terakhir adalah FPS. FPS ialah proses munculnya sejumlah gambar yang sudah
tersusun setiap 1 detik. Semakin tinggi nilai FPS-nya maka kualitas video
tersebut akan menjadi lebih halus dan lancar.
Demikian 3
istilah dalam dunia sinematografi. Gimana nih temen-temen, sekarang jadi lebih
tau kan mengenai istilah-istilah yang ada dalam sinematografi. Sekian
pembahasan kali ini, nanti kita ketemu lagi… ketemu virtual di blog ini lagi yaa.
Gapapa virtualan sama mimin asal jangan virtualan sama doi, uppss… 😋
Buat
penutupan kali ini, mimin tutup sama pantun online deh
Jalan-jalan
ke cimahi
Jangan lupa beli kopi
Walau jauh tetap hepi
Hanya di artsinematografi